imaji nasi

mencoba memanfaatkan imajinasi. mencoba memadukan sebuah perjalanan impian dengan kenyataan.. dengan banyaknya ketidak sempurnaan..

Minggu, 13 Februari 2011

BEAUTIFUL LAST DAY


”can we meet tomorrow at the zoo?”

Isi SMS yang membuat Arga bahagia dan sakit hati dalam waktu yang bersamaan. Celia, sang cinta pertama, yang lagi-lagi membuat perasaan Arga berkecamuk.

Beberapa menit sebelumnya :

“Ga... Kenapa kamu jadi dingin sih Ga akhir-akhir ini?”
“Gapapa, aku baru sadar akan sesuatu aja...”
“Apa Ga?”
“Kita, aku, ngga bisa kayak gini terus Cel... Kamu tau betapa besar perasaan sayang aku ma kamu, tapi aku ngga bisa kayak gini terus... Aku berharap sesuatu yang pasti...”
“Kamu emang mau Ga, aku ngeduain kamu?!”

Lama Arga berpikir, di satu sisi, dia akan mendapatkan apa yang diimpikan dan dirindukannya selama ini, walaupun belum sepenuhnya, dan Arga bisa berjuang untuk menjadi sepenuhnya. Di sisi lain, Arga memikirkan harga dirinya, sebagai seorang laki-laki.

”Aku ngga bisa Cel... Aku pengen jadi satu-satunya, begitu juga cowo kamu.. Kalo kamu emang sanggup milih aku, aku bakal jaga kamu sampe aku mati... Tapi kalo kamu emang ngga bisa, aku bakal berentiin semuanya. Disini. Sekarang!!”

”Ternyata Ga, kamu itu, deketin aku karena ada maunya aja, disaat mau kamu ngga terpenuhi, kamu pergi ninggalin aku... Apa kamu tau kalo segala yang kamu lakuin ke aku, bikin aku seneng dan sedih di saat yang sama?! Kenapa kamu baru dateng sekarang sih?!”

”Sampe detik ini, semua yang kamu bilang itu salah Cel. Aku deketin kamu, karena aku bahagia ada di deket kamu. Tapi, makin hari, semua ini semakin dalem dan terlalu dalem. Dan disaat kamu nikah nanti, hati aku bakal mati sepenuhnya! Apa kamu ngga pernah berpikir kalo aku mikirin perasaan kamu?? Gimana kalo dengan segala perlakuan aku, kamu akhirnya sayang sama aku? Disaat itu, kamu bakal ada di posisi yang sangat ngga enak!! Selagi sekarang kamu belum sayang, lebih baik aku ngingetin kita atas apa yang mungkin terjadi nanti kan?! I will always love you Cel, tapi aku bakal mencintai kamu dalam diam...”

“Aku ngga tau apa yang aku tangisin sekarang Ga, yang pasti, aku benci ma kamu...”

***

Siang yang panas saat itu, tidak membuat Arga dan Celia berhenti untuk bercanda tawa sepanjang hari. Ternyata, getaran di antara mereka, lebih dari yang mereka harapkan. Mereka tidak bisa berhenti tertawa dan tersenyum, saling mengagumi. Saling merasakan dalamnya perasaan mereka.
Senja pun tiba. Mereka duduk di kursi panjang di sebuah taman yang sejuk, menghadap kolam yang hari itu nampak sangat indah.

Hanya ada mereka.

“So..this is the end Cel..”
“Kamu beneran mau pergi Ga?”
“Aku ngga mau Cel, tapi aku harus... Kita bikin semuanya mudah buat kamu... Aku pergi ya Cel...”
“Ga... Itu yang terbaik buat kamu?”
“Buat kita Cel... Hfff... Saat kita berdiri dari kursi ini, berarti semuanya udah ngga ada lagi ya... Kita jalan masing-masing... Itungan ke 3 ya... 1...2...3.”

Tidak ada yang berdiri. Saat itulah Celia memeluk Arga dengan erat. Celia menangis di pelukan Arga.

“Nanti Ga, nanti aja, sebentaaar aja Ga, aku ngga mau kamu pergi. Kamu jangan pergi.”
“Kamu jangan bikin semuanya jadi sulit Cel.” Arga mencoba melepaskan pelukan Celia tapi pelukannya semakin erat, air mata pun mengalir semakin deras. Akhirnya Arga membiarkan Celia memeluknya semakin erat, dan Arga, tidak kuasa untuk tidak menangis.

“Kamu pasti jadi orang yang paling bahagia Cel. Bilang sama cowo kamu, untuk mencintai kamu sepenuh hati, untuk ngejaga kamu dengan baik, untuk perhatian sama kamu setiap waktu, karena kamu pantes ngedapetin itu. Dia bakal jadi orang yang sangat bodoh saat dia nyakitin kamu, saat dia sia-siain kamu. Tiap kamu ngerasa sakit karena dia, bilang sama dia, kamu terlalu berharga untuk disakitin. Tuhan, kirim kamu ke dunia, untuk dicintai, bukan untuk disakitin.”

Lama sekali Celia terdiam dalam pelukan Arga. Indah dan perih untuk mereka berdua.

”Cel, besok, pasti lebih baik. Aku percaya itu. Aku, bakal baik-baik aja, kamu pasti bahagia. Iya kan? Udah ya... Jangan bikin semuanya makin sulit.”

Akhirnya Celia menengadahkan kepalanya. Arga tersenyum.

“Semangat Cel! Untuk hari esok, yang lebih baik!!”

Celia tersenyum dan mengangguk. Satu kecupan kening untuk Celia, seolah berbicara seribu kata untuk terakhir kalinya.

Arga berdiri. Menarik nafas panjang. Celia berdiri. Tanpa melihat satu sama lain, mereka mulai berjalan berjauhan. Langkah mereka semakin saling menjauh, tanpa ada yang menoleh ke belakang, mereka berjalan, menuju cerita hidupnya masing-masing...


tulisan tangan bayu decky wibowo yang menginspirasi lahirnya lagu "mencintai dalam diam "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar